Manusia siapapun biasanya akan merasa terbebani saat diminta untuk berjaga-jaga. Seolah hidup harus penuh dengan kewaspadaan. 24 jam harus terus menerus berjaga dan tidak boleh kehilangan fokus. Tidak ada waktu untuk lengah. Tidak ada waktu untuk istirahat. Tidak ada waktu untuk menikmati kehidupan. Inilah yang muncul di benak kita saat mendengar kata 'berjaga'. Pertanyaan bagi kita, sungguhkah berjaga yang demikian yang Yesus inginkan?
Bacaan Minggu dalam Surat kepada Orang Ibrani dikatakan tegas, Iman adalah dasar dari segala hidup manusia. Iman ini yang akan menyelamatkan. Iman ini yang membuat manusia selalu mampu menangkap dan mengakami cinta ssekaligus punya harapan dalam hidup. Yesus dalam Injil juga mengingatkan supaya kita tidak perlu cemas dan takut. Bapa kita telah berkenan memberi kita kerajaan-Nya. Ini semua karena iman yang menjadi dasar hidup kita. Maka, berjaga-jaga yang dimaksud okeh Yesus adalah berjaga-jagadalam konsep iman. Bagaimana iman yang menjadi dasar hidup kita harus sungguh menjadi motor pertama dan utama yang menggerakan hidup kita.
Bukan berjaga sebagai beban. tetapi berjaga dalam sukacita penuuh cinta dan harapan. Caranya? Ya, hanya dengan cara menikmati hidup detik demi detik dengan penuh cinta dari Allah untuk akhirnya menjadi cinta bagi siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Hidupilah kekinian, saat ini, detik ini, masa kini. Hanya melalui menghidupi saat ini, masa kini detik ini, waktu sekarang maka kita bisa temukan cinta Allah itu. Sebaliknya, jangan menghidupi masa lalu yang biasanya hanya penuh kenangan kehebatan masa silam yangbuat bangga dan merasa hebat karena masa lalu itu, atau menghidupi masa lalu yang biasayanya membuat kita sulit lupa akan peristiwa buruk dan menyakitkan di masa silam.Peristiwa buruk dan jahat yang selalu kita ingat dan menimbulkan luka, dendam, keputusasaan, amarah dan sebagainya. Jangan juga menghidupi masa depan. Masa depan milik Allah.Tidak perlu kita cemas dan kuatir berlebihan. Menghidupi masa lalu dan masa depan hanya akan menutup cinta Allah yang sebenarnya selalu mengalir tanpa henti bagi kita. Mari kita berjaga-jaga dalam iman. Menghidupi masa kini, saat ini dan detik ini, waktu sekarang ini dengan penuh cinta. detik demi detik kita nikmati hidup selalu dengan penuh cinta dari Allah kepada sesama. Inilah berjaga dalam iman. Sekali lagi, berjaga itu bukan beban. Tuhan Memberkati. Amin
Sumber - RD. Lucius Joko, Paroki St.Matias Cinere