Senin, 11 Mei 2015

Iman Kepercayaan Kepada Yesus

Seseorang yang beriman adalah seseorang yang mampu percaya sepenuhnya akan keselamatan, akan kasih yang ia peroleh, akan segala sesuatu yang ia terima dari Tuhan. Iman akan muncul ketika kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

Iman disini yang dimaksud adalah tindakan kita untuk mampu mengasihi sesama kita, mampu membagikan damai sejahtera yang Yesus berikan, mampu menjalankan setiap perintah yang Yesus ajarkan, dan percaya selalu dan berserah hanya kepada Tuhan Yesus sendiri. Percaya akan keselamatan yang akan diberikan oleh-Nya.

Percaya juga merupakan sesuatu hal yang penting, jika kita mengaku sebagai murid Yesus namun kita tidak percaya akan Dia ataupun percaya hanya setengah-setengah saja itu merupakan perbuatan yang Yesus tidak kehendaki. Padahal Yesus sendiri telah berkata kepada Tomas dalam Injil Yohanes 20 : 29 "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Tomas yang tidak percaya bahwa Tuhan Yesus sendiri telah menampakkan diri-Nya di hadapannya saat itu mencucukkan jarinya ke tangan Yesus lalu percaya, sedangkan murid-murid yang lain tidak. Mereka langsung percaya bahwa yang ada dihadapan merekalah Tuhan Yesus sendiri karena Iman mereka yang meyakinkan kepada tiap-tiap mereka.

Saudara yang terkasih berbahagialah kita yang tidak pernah melihat Yesus sendiri secara langsung,namun kita tetap percaya bahwa Ia adalah sang "Mesias" Juru Selamat kita. Iman kita yang akan membawa kita kepada keselamatan yang telah Tuhan Yesus sendiri janjikan kepada kita yang meng-Imani Dia. Janganlah kita mencobai Tuhan dengan berkata "Aku percaya sama Yesus tapi mana kok dia gapernah hadir di depan mata aku langsung. Masakah aku harus tetap percaya akan hal yang belum pernah aku lihat?" Janganlah sampai kita berbuat demikian atau sempat berpendapat ingin mengatakan hal demikian, karena ini tidak baik. Karya keselamatan Tuhan sebenarnya dapat kita rasakan jika kita mensyukuri segala apapun yang telah kita dapat hingga hari ini, karena kasih Tuhan pasti menyelamatkan Tuhan tahu segala kebutuhan kita tanpa kita harus meminta kepada-Nya. Tuhan lah yang memilih kita bukan kita yang memilih-Nya. Jadi janganlah ragu untuk selalu meng-Imani Dia dan percaya sepenuhnya pada Yesus Tuhan.

Marilah berdoa

Bapa Di Sorga, Tuhan Yesus terimakasih akan kasih rahmat yang selalu Engkau berikan kepada kami. Maafkanlah kami karena Iman kami yang belum kokoh, Iman kami yang belum sepenuhnya percaya akan Engkau. Kami memohon dengan kerendahan hati kami bantulah tiap-tiap kami yang mengimani Engkau agar selalu Engkau kuatkan Iman kami, sehingga bagi kami hidup di dunia ini semata-mata berguna untuk memuliakan nama-Mu. Kami mohon bantulah kami ya Bapa Allah sumber segala kehidupan, kuatkan Iman kami, Selamatkan kami yang tersesat sehingga kami dapat kembali kepada jalan-Mu yang menyelamatkan. Terimakasih Tuhan kami serahkan segala kerinduan kami hanya kedalam tanganmu. Demi Yesus Tuhan dan Juru Selamat kami. AMIN
 

Jumat, 08 Mei 2015

Carilah Maka Akan Diberikan-Nya

Bermain merupakan satu hal yang mengasyikan bukan? tentu saja kebanyakan orang sependapat dengan hal itu. Banyak sekali orang yang secara sadar ataupun tidak sadar berusaha menyibukkan dirinya sendiri di dunia ini hanya sekedar untuk mengisi waktu luang maupun memprioritaskan kegiatan yang ia lakukan. (Kegiatan yang dimaksudkan ialah seperti halnya bermain, bekerja, ataupun kegiatan lainnya)

Lalu apa hubungannya dengan "Carilah Maka Akan Diberikan-Nya"? Menjadi sebuah kalimat yang sebenarnya cukup mudah kita pahami namun sulit untuk di lakukan. Dalam Matius 6 : 33 mengatakan bahwa "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Ada dua hal utama yang bisa saya jelaskan secara singkat untuk menjelaskan ayat tersebut yakni,

Pertama, kita harus mengetahui seberapa besar kerugian ataupun manfaat yang kita lakukan selama melakukan kegiatan yang kita lakukan. Jika kita tau bagaimana kerugian yang akan kita lakukan sepertinya halnya memakai narkoba atau memanfaatkan orang lain untuk semata-mata mengambil keuntungan kita sendiri maka segeralah sadar dan berhenti melakukan segala kegiatan tersebut. Namun jika kegiatan tersebut positif hendaklah kita meneruskannya dan meminta bantuan kepada Tuhan untuk terus selalu menuntun kita dijalan-Nya
Kedua, kegiatan yang kita lakukan semata-mata untuk menguntungkan diri kita sendiri atau untuk tujuan mulia yaitu memuliakan Tuhan Allah? Jika kita dengan tujuan menguntungkan diri sendiri maka tentu saja ini keluar dari konteks kita anak Tuhan, kita yang tertawa diatas penderitaan orang lain. Kita yang senang ketika kita menang namun menjadi sombong dan tidak perduli terhadap orang lain di sekeliling kita. Tuhan tidak menginginkan kita hidup seperti itu.

Bukan dunia lah yang kita kerja namun Allah yang harus kita utamakan. Semua yang ada di dunia ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan kerajaan Surga. Jika kita tetap berpegang teguh akan nafsu duniawi akan harta tahta maupun segalanya pastilah kita akan dapat namun belum tentu kita mendapat bagian akan Kerajaan Allah. Namun jika kita mencari tahu bagaimana Allah menciptakan bumi, bagaimana Allah mampu mengeluarkan Israel dari perbudakan di Mesir, bagaimana Tuhan Yesus menebus dosa kita, dan bagaimana cara kita mewartakan kabar Keselamatan yang Yesus ajarkan mungkin tidaklah sulit  bagi kita untuk mendapat segalanya. Karena jika kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka semua itu akan diberikan kepada kita yang meng-Imani Dia. 

Saudara saudari yang terkasih dalam Yesus, kenapa kita harus mengejar harta duniawi yang tak pernah akan kita bawa mati kelak? mengapa kita harus mengejar jabatan duniawi yang pada akhirnya kita tak membawanya dihadapan Tuhan? Kenapa kita mengejar sesuatu yang pada akhirnya kita tinggalkan? Kenapa kita harus menomer satukan nafsu duniawi kita, menomer satukan waktu duniawi kita? sedangkan Tuhan Yesus sendiri kita nomer duakan. Mengapa demikian? Padahal Yesus sendiri sudah mengatakan bahwa dengan mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semua itu alan diberikan kepada kita. Tak usah kita perlu bersusah payah mengejar duniawi ketika kita sudah tau bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita dan menyusahkan kita, malah Ia menyediakan tempat sempurna bagi kita yang mau mengikuti Dia secara utuh dan tulus dalam ajaran-Nya.

Tak pernah ada kata rugi ataupun menyesal ketika kita sudah mengenal Yesus. Karena dia sang Juru Selamat. Tinggalkanlah nikmat duniawi ini dan beralih lah kepada Yesus yang menyelamatkan. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka segala sesuatu yg kita butuhkan Tuhan tidak ragu untuk memberikannya. Tuhan Yesus Memberkati. AMIN

Marilah kita berdoa

Ya Allah Bapa di Sorga, Tuhan Yesus terimakasih atas segala kecukupan yang telah Engkau berikan kepada kami. Kami senantiasa hendak memuliakan nama-Mu dan segala rahmat yang telah Kau berikan untuk kami. Pada hari ini kami menyesal telah mengutamakan nafsu duniawi kami, kami menyesal telah menomer duakan Engkau ya Allah Bapa. Saat ini sentuh lah hati kami untuk bisa beralih kepada Engkau yang utama, dan mengesampingkan nikmat dunia ini yang hanya sementara. Kami menyesal akan segala perbuatan kami yang tidak mengutamakan Engkau ya Allah. Mulai saat ini kami berkomitmen akan selalu terus mencari Kerajaan-Mu dan segala kebenarannya, sehingga kami dapat hidup  dengan kasih Tuhan yang menyelamatkan. Terimakasih Tuhan waktu dan hidup kami serahkan kedalam tanganmu yang menyelamatkan. Demi Yesus Tuhan dan Juru Selamat kami. AMIN

Kamis, 07 Mei 2015

Hidup menurut Roh atau Daging ?

Banyak orang tidak mengetahui keadaan mereka saat ini adalah hidup menurut Roh atau menurut Daging. Keadaan seperti ini yang membuat kita berlarut-larut dalam bahaya jika ternyata kita hidup menurut Daging. Mengapa demikian? Karena dalam Roma 8 : 6 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera". Dan dalam Galatia 5 : 19 - 21 "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."

Sebenarnya keadaan tersebut lebih sering kali kita sadari dalam melakukannya, hanya saja kita yang tak mau mengubah perilaku kita. Kita lebih sering berkata "ah gapapa cuma sekali-kali ini doang bohong" atau "emm kali ini aja aku zinah besok aku taubat". Pola pikir seperti ini yang membuat kita seringkali terjerumus dalam dosa, memang benar jika kita berniat akan bertobat alangkah lebih baiknya jika kita melakukan pertobatan yang sejati. tidak mengulangi hal yang tidak pantas kita lakukan di hadapan Tuhan "lagi".

Hidup menurut Daging juga merupakan sebuah hidup yang sebenarnya telah kita ketahui akhirnya yang ialah maut. Namun kita tetap saja melakukan hal tersebut lagi lagi lagi dan lagi. Padahal Tuhan Yesus sendiri telah Berfirman dalam Matius 4 : 17 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!". Seruan tersebut bukan hanya sekedar seruan namun juga ajakan kepada kita yang mengimani Yesus agar kita dapat kembali bersama-sama dengan Dia, kerinduan akan Kedatangannya yang ke dua kali.

Lalu bagaimana kah hidup menurut Roh? Hidup menurut roh adalah hidup yang berkenan dengan Allah, hidup yang di damba-dambakan bagi kita semua yang percaya akan Yesus. Dikatakan dalam Galatia 5 : 22-23 "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." Jelas sekali di dalam Al-Kitab bahwa hidup menurut Roh adalah hidup yang berkenan menurut Allah. Hidup menurut Roh akan membawa kita dalam kedamaian tanpa rasa khawatir dan kita akan selaras dengan yang Tuhan Yesus sendiri inginkan kepada kita yaitu Keselamatan.

Kesimpulannya adalah kita di ciptakan oleh Allah untuk kembali kepada-Nya. Dan salah satu caranya ialah meninggalkan hidup Daging kita serta mulai hidup menurut Roh. Karena jelas bahwa hidup menurut Daging ialah maut, namun jika kita hidup menurut Roh adalah Keselamatan. Jadi Saudara saudariku yang terkasih di dalam Yesus Kristus, tentukanlah jalan hidup yang mana yg akan saudara cari. Hidup untuk Yesus atau Hidup untuk Duniawi? 

Tuhan Yesus Memberkati Amin

Marilah kita berdoa 

Ya Tuhan Yang Kudus Yesus Kristus, Allah Yang kekal Bapa Di Sorga, terimakasih atas berkat dan rahmat yang telah Engkau berikan selama ini kepada kami sehingga sampai hari ini kami masih berkenan Kau berikan kami waktu untuk  bisa kami manfaatkan untuk memuliakan nama-Mu. Pada hari ini kami berdoa untuk masa lalu kami yang kelam dan masa depan kami yang cerah. Kami memutuskan bahwa mulai hari ini kami akan lebih sanggup dan berusaha menjalankan Firman-Mu yakni hidup menurut Roh bukan menurut Daging. Kami percaya sungguh percaya akan keselamatan yang akan Kau berikan kepada kami. Oleh karena itu kami memohon Bimbingan-Mu melalui Roh kudus di dalam diri kami agar kami dapat meninggalkan cara hidup kami yang lama yakni hidup menurut Daging menjadi hidup baru hidup menurut Roh. Kami berdoa juga akan saudara saudari kami yang belum sadar akan bahaya hidup menurut daging atau bahkan belum mengimani Engkau dapat sesegera mungkin Mengetahui Jalan yang benar yakni Tuhan Yesus sendiri.
Terimakasih Bapa, Terimakasih Yesus, Allah Roh Kudus. Kami serahkan waktu dan masa depan cerah kami di dalam tangan-Mu. Demi Yesus Tuhan dan Juru Selamat kami. AMIN

Permulaan

Semoga dengan dibuatnya WEB ini dapat membantu kita semua yang membacanya menjadi bakal  buah yang baik menurut Pokok Anggur yang Tepat. Bersama-sama berjalan di dalam Yesus Kristus sang Mesias. AMIN