Banyak orang tidak mengetahui keadaan mereka saat ini adalah hidup menurut Roh atau menurut Daging. Keadaan seperti ini yang membuat kita berlarut-larut dalam bahaya jika ternyata kita hidup menurut Daging. Mengapa demikian? Karena dalam Roma 8 : 6 "Karena
keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai
sejahtera". Dan dalam Galatia 5 : 19 - 21 "Perbuatan
daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan
berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri
sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan
sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat
dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan
mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."
Sebenarnya keadaan tersebut lebih sering kali kita sadari dalam melakukannya,
hanya saja kita yang tak mau mengubah perilaku kita. Kita lebih sering berkata "ah gapapa cuma sekali-kali ini doang bohong" atau "emm kali ini aja aku zinah besok aku taubat". Pola pikir seperti ini yang membuat kita seringkali terjerumus dalam dosa, memang benar jika kita berniat akan bertobat alangkah lebih baiknya jika kita melakukan pertobatan yang sejati. tidak mengulangi hal yang tidak pantas kita lakukan di hadapan Tuhan "lagi".
Hidup menurut Daging juga merupakan sebuah hidup yang sebenarnya telah kita ketahui akhirnya yang ialah maut. Namun kita tetap saja melakukan hal tersebut lagi lagi lagi dan lagi. Padahal Tuhan Yesus sendiri telah Berfirman dalam Matius 4 : 17 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!". Seruan tersebut bukan hanya sekedar seruan namun juga ajakan kepada kita yang mengimani Yesus agar kita dapat kembali bersama-sama dengan Dia, kerinduan akan Kedatangannya yang ke dua kali.
Lalu bagaimana kah hidup menurut Roh? Hidup menurut roh adalah hidup yang berkenan dengan Allah, hidup yang di damba-dambakan bagi kita semua yang percaya akan Yesus. Dikatakan dalam Galatia 5 : 22-23 "Tetapi buah
Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu." Jelas sekali di dalam Al-Kitab bahwa hidup menurut Roh adalah hidup yang berkenan menurut Allah. Hidup menurut Roh akan membawa kita dalam kedamaian tanpa rasa khawatir dan kita akan selaras dengan yang Tuhan Yesus sendiri inginkan kepada kita yaitu Keselamatan.
Kesimpulannya adalah kita di ciptakan oleh Allah untuk kembali kepada-Nya. Dan salah satu caranya ialah meninggalkan hidup Daging kita serta mulai hidup menurut Roh. Karena jelas bahwa hidup menurut Daging ialah maut, namun jika kita hidup menurut Roh adalah Keselamatan. Jadi Saudara saudariku yang terkasih di dalam Yesus Kristus, tentukanlah jalan hidup yang mana yg akan saudara cari. Hidup untuk Yesus atau Hidup untuk Duniawi?
Tuhan Yesus Memberkati Amin
Marilah kita berdoa
Ya Tuhan Yang Kudus Yesus Kristus, Allah Yang kekal Bapa Di Sorga, terimakasih atas berkat dan rahmat yang telah Engkau berikan selama ini kepada kami sehingga sampai hari ini kami masih berkenan Kau berikan kami waktu untuk bisa kami manfaatkan untuk memuliakan nama-Mu. Pada hari ini kami berdoa untuk masa lalu kami yang kelam dan masa depan kami yang cerah. Kami memutuskan bahwa mulai hari ini kami akan lebih sanggup dan berusaha menjalankan Firman-Mu yakni hidup menurut Roh bukan menurut Daging. Kami percaya sungguh percaya akan keselamatan yang akan Kau berikan kepada kami. Oleh karena itu kami memohon Bimbingan-Mu melalui Roh kudus di dalam diri kami agar kami dapat meninggalkan cara hidup kami yang lama yakni hidup menurut Daging menjadi hidup baru hidup menurut Roh. Kami berdoa juga akan saudara saudari kami yang belum sadar akan bahaya hidup menurut daging atau bahkan belum mengimani Engkau dapat sesegera mungkin Mengetahui Jalan yang benar yakni Tuhan Yesus sendiri.
Terimakasih Bapa, Terimakasih Yesus, Allah Roh Kudus. Kami serahkan waktu dan masa depan cerah kami di dalam tangan-Mu. Demi Yesus Tuhan dan Juru Selamat kami. AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar